Reksadana Tokopedia VS Bibit

👤Admin 📅 📁Investasi

Kata 'reksadana' berarti 'empat puluh kelapa' dalam bahasa Malayalam.

Ini mengacu pada hidangan manis tradisional dari Kerala yang disajikan secara tradisional selama bulan Ramadhan.

Selama musim perayaan, itu juga secara tradisional disajikan di rumah-rumah di seluruh Asia.

Di Malaysia dan Singapura, reksadana juga secara tradisional disajikan pada acara pernikahan dan arisan lainnya.

Selain sebagai makanan penutup, reksadana secara tradisional digunakan sebagai obat herbal untuk berbagai penyakit.

Secara tradisional, reksadana disiapkan dengan memotong empat puluh buah kelapa dan menyendok daging manis di dalamnya.

Sebuah lubang kemudian ditusuk melalui bagian tengah setiap potongan kelapa menggunakan tongkat bambu.

Potongan kelapa kemudian dimasak dalam pot tanah liat dengan api kecil selama beberapa jam.

Setelah coconists dimasak dengan baik, mereka biasanya disajikan dengan gula, madu, dan kelapa parut di sampingnya.

Juga tradisional untuk menyajikan kelapa dingin selama bulan-bulan musim panas dan panas selama bulan-bulan musim dingin untuk memastikan mereka tetap segar.

Setelah disajikan, merupakan kebiasaan untuk memberikan sebagian makanan kepada yang lapar sambil menikmati sendiri beberapa hidangan manis.

Kata 'reksadana' berarti 'empat puluh kelapa' dalam bahasa Malayalam; Namun, lebih dikenal sebagai puding kelapa Thailand dalam bahasa Inggris.

Kedua makanan penutup tradisional selama musim perayaan di Malaysia, Singapura dan negara-negara Asia lainnya di mana Muslim juga tinggal.

Saat menyiapkan bibit atau reksadANA, banyak yang percaya bahwa semua empat puluh kelapa harus dipastikan berkualitas baik.

Kedua makanan penutup secara tradisional disajikan selama Idul Fitri, sholat NaBIit atau acara-acara perayaan lainnya di mana umat Islam berkumpul bersama di bawah satu atap untuk perayaan dan ketaatan beragama.

Selain disantap saat Ramadan, reksadANA juga disajikan secara tradisional di rumah saat musim perayaan untuk keberuntungan dan menunjukkan kedermawanan.

Banyak yang percaya bahwa melempar reksadANA ke kerumunan menyebabkan semua orang di sana melemparkan uang kembali kepada mereka karena melempar permen.

Selain disantap saat Ramadhan, reksadANA juga disajikan secara tradisional di acara pernikahan sebagai bagian dari perayaan pernikahan.

Untuk mengikat dua orang secara simbolis dalam pernikahan, mereka biasanya makan makanan penutup di luar di bawah langit berbintang setelah matahari terbenam.

Saat menyiapkan reksadana, banyak yang percaya bahwa empat puluh buah kelapa harus dipastikan berkualitas baik.

Secara tradisional, penjual kelapa akan menjual kelapa yang buruk dengan kualitas daging yang buruk sehingga sulit untuk digunakan.

Namun, kini banyak yang membuat reksadana dengan cara mencabik-cabik daging kelapa segar sendiri daripada menggunakan daging kelapa kalengan atau beku.

Setiap pelanggan memilih jenis parutan kelapa yang mereka sukai-keras atau lunak- berdasarkan berapa lama waktu yang dibutuhkannya untuk memarutnya sendiri.

Setelah merobek daging dari setiap kelapa, biasanya dikemas dalam nampan es batu untuk bumbu dan penyimpanan yang mudah.

Mereka kemudian dapat menyimpan kelapa parut mereka di dalam freezer sampai mereka siap untuk membuat hidangan tradisional mereka.


Beranda - Kontak - Disclaimer - Privacy
©2022 - VNC